About Us

Sejarah Singkat Pascasarjana Ubaya

Pendirian program pascasarjana telah direncanakan penyelenggaraannya dalam RIP Universitas Surabaya 1984 – 1989 dan dilanjutkan dalam RIP 1989 – 1994, dengan rumusan bahwa penyelenggaraan program pascasarjana akan dilakukan pada tahun 1993. Dengan dua program studinya: manajemen (business administration) dan ilmu hukum (business law), merupakan program studi strata dua (S2) yang diselenggarakan oleh Universitas Surabaya. Ijin penyelenggaraan kedua program studi tersebut diberikan kepada Universitas Surabaya pada tanggal 16 Oktober 1992 dengan Surat Keputusan Mendikbud Nomor 435/DIKTI/Kep/1992. Pemberian ijin tersebut merupakan pertama kali bagi kalangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Saat itu Universitas Surabaya memperoleh ijin bersamaan dengan tiga Perguruan Tinggi di Jakarta, yaitu: Universitas Trisakti, Universitas Tarumanagara, dan Universitas Atmajaya.

Pada awalnya program studi manajemen memilih konsentrasi manajemen produksi dan program studi ilmu hukum memilih konsentrasi hukum bisnis. Pertimbangan pemilihan konsentrasi hukum bisnis ini mengacu pada pengembangan hukum bisnis di Indonesia. Kemudian pada tahap perkembangannya, program studi manajemen menambah dua konsentrasi baru, yaitu manajemen keuangan dan manajemen sumberdaya manusia, sedangkan program studi ilmu hukum menambah satu konsentrasi baru, yaitu hukum agraria. Pada tahap perkembangan selanjutnya, dilakukan penyempurnaan kurikulum pada masing-masing program studi, dengan dibukanya konsentrasi Human Capital Development, Investment Management, serta Creative Marketing pada program studi manajemen, dan dibukanya konsentrasi hukum bisnis pada program studi ilmu hukum.

Pada tahun 2000, Program Pascasarjana Universitas Surabaya telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT), melalui SK No. 025/BAN-PT/Ak-1/S2/IX/2000, dengan hasil B (belajar) untuk program studi manajemen dan hasil U (unggul) untuk program studi ilmu hukum.

Selanjutnya, berdasarkan surat nomor 1180/D/T/2003 tanggal 10 Juni 2003, Universitas Surabaya mendapatkan ijin untuk menyelenggarakan program studi kenotariatan jenjang program strata dua (S2), dari Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi; kemudian pada tanggal 1 Juni 2004 diperoleh ijin penyelenggaraan untuk program studi profesi psikologi, oleh Dirjen Pendidikan Tinggi melalui surat nomor 840/D2.2/2004; dan pada tahun 2005, telah dibuka program studi farmasi klinis, melalui ijin penyelenggaraan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, sesuai dengan surat nomor 649/DT/2005, tertanggal 3 Maret 2005. Dan yang terakhir adalah program studi magister akuntansi yang dibuka berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdikbud No.1658/D/T/2006 per tanggal 8 Mei 2006.

Visi, Misi, dan Tujuan Program Pascasarjana

Visi
“To be a magnified enlightening graduate school”

Misi

  1. Memfasilitasi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bisnis dan industri beserta seluruh dinamikanya;
  2. Memfasilitasi jejaring komunitas profesional yang tidak hanya memiliki intelektualitas tinggi, tetapi juga memiliki karakteristik: holistik, sensitif-responsif, kreatif-inovatif, proaktif-antisipatif, memiliki self-control, assertive, visioner, dan berperilaku global-local-multuciltural;
  3. Mengedukasi masyarakat bisnis dan industri dalam mengembangkan nilai-nilai orientasi akademik yang terbuka, altruistic-colaborative-communitarian, multiparadigm.

Tujuan
Adapun tujuan umum jangka panjang dari program studi sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Strategis Program Pascasarjana Universitas Surabaya (2003:5) adalah sebagai berikut:

  1. Kualitas dan kredibilitas program jalur profesi dengan basis akademik termasuk ekstensifikasi program studi baru yang relevan dan adaptif dengan kebutuhan masyarakat guna memberikan nilai tambah yang maksimal, spesifik dan kreatif;
  2. Manajemen organisasi berbasis kompetensi yang fit dengan tuntutan perubahan agar melakukan prekondisi bagi fakultas untuk melaksanakan pendidikan semua strata;
  3. Sumber dana untuk mendukung pengembangan berkelanjutan, serta;
  4. Terwujudnya jejaring dengan berbagai pihak di tingkat regional, nasional dan internasional.