SEMINAR BISNIS SOCIOPRENEUR “KEAJAIBAN PENCARI KEBAIKAN”

keajaiban-pencari-kebaikan-1

Suasana seminar yang disampaikan oleh Bapak Johny Rusdianto

Sociopreneur merupakan hal yang tentunya sudah sering kita dengar. “Apasih sociopreneur itu? Bagaimana menjalankannya?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul dipikiran kita.

Pada Rabu, 7 September 2016  bertempat di Auditorium Pascasarjana Universitas Surabaya, mahasiswa pascasarjana FBE Universitas Surabaya mengikuti sebuah seminar yang diadakan oleh Leadership Club (LC) 7th Generation yang merupakan organisasi kemahasiswaan pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya. Seminar yang diadakan mengangkat tema Seminar Bisnis Sociopreneur “Keajaiban Pencari Kebaikan”.

Rangkaian acara meliputi seminar dari Bapak Drs.ec. H. Johny Rusdiyanto, MM sebagai Sekretaris Yayasan Nurul Hayat, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh bapak Bonnie Soeherman selaku KPS Magister Akuntansi Universitas Surabaya.

Sesuai dengan judul yang diangkat, Bapak Johny menjelaskan perihal sociopreneur yang diterapkan di yayasan Nurul hayat.

Nurul Hayat merupakan yayasan yang bergerak dibidang sosial dan dakwah. Pada 2004, Nurul Hayat berkomitmen untuk tidak menggunakan dari dana donator. “Lalu bagaimana caranya menggaji para karyawan?” “Gaji karyawan dipenuhi secara mandiri dari hasil usaha yayasan”, ujar Pak Johny. “Kami membuat bisnis lain seperti Aqiqoh, properti, dan lainnya dari situlah kami bisa membayar para karyawan kami”, lanjut Pak Johny. Dalam 12 tahun Nurul Hayat mampu menjadi perusahaan Aqiqoh terbesar di Indonesia.

Dalam sebuah organisasi yang hebat maka harus memiliki SDM yang hebat dan dikelola dengan manajemn yang benar maka organisasi akan hebat. Itukah yang menjadi central untuk mengembangkan Nurul Hayat.

Pemicu keberhasilan Nurul Hayat yaitu pembentukan mindset. Dimana Nurul Hayat memiliki visi “Bekerja untuk Allah” sehingga tidak ada karyawan yang korupsi. Cara lain yang membuat Nurul Hayat dapat sukses dibidangnya yaitu dengan menggunakan konsep “Give and Take”. Kita berikan dulu apa yang dimau dan pasti kita akan mendapatkan lebih dari apa yang kita berikan. Misalnya seperti yang dilakukan kepada Tim Masak untuk Aqiqoh dimana mereka merupakan kunci dari bisnis ini. Tim diberangkatkan umroh secara gratis, maka dengan begitu karyawan akan senang dan bahkan ada yang ingin mengabdikan diri seumur hidupnya di Yayasan Nurul Hayat.

keajaiban-pencari-kebaikan-2

Sesi tanya jawab

Nurul Hayat juga menggunakan konsep “Sama-sama Cuan”, dimana bisnis yang dijalankan harus saling menguntungkan tidak hanya bagi yayasan saja. Misalnya adanya “Creative team and its’ forum”, dimana karyawan yang mempunyai ide berhak untuk mempresentasikan idenya. Jika ide tersebut digunakan oleh yayasan maka karyawan akan mendapat royalty.

Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan Nurul Hayat yang bertujuan sosial misalnya SAYANG (sahabat yatim cemerlang), IBUQU (Intensif bulan guru Al-quran), SAHABAT (santunan ibu hamil dan pengobatan), dan lain-lain.

Bagaimana Nurul Hayat dapat berbeda dengan yayasan yang serupa dalam hal marketing? Tanya Richard sebagai salah satu peserta seminar. “Yang utama yaitu bangun dulu trust. Dengan begitu bisa membuat organisasi besar dengan sendirinya. Bagaimana membangun trust? Misalnya dengan Customer Relationship Management. Di Nurul Hayat ada karyawan yang kerjanya hanya menelpon donator yang ulang tahun untuk mengucapkan selamat ulang tahun”, ujar Pak Johny. Selain itu untuk meningkatkan thrust, saya mempengaruhi mindset mereka. misalnya dengan membuat statement “anda ingin aqiqoh & didoakan anak yatim & dijamin kesehatannya? Aqiqoh ditempat kami”.

keajaiban-pencari-kebaikan-3

Penyerahan sertifikat kepada Bapak Johny oleh Bapak Putu Anom selaku KPS Magister Manajemen

Acara ini berkesan bagi peserta yang dapat dilihat dari antusis peserta yang ingin  bertanya saat sesi Tanya jawab dibuka. “Bagaimana kesan terhadap seminar kali ini?” tanya salah satu panitia terhadap salah satu peserta. “Baru kali ini aku serius memperhatikan seminar dari awal sampai akhir sesi. Temanya menarik, cara menyampaikannya juga menarik, dan enggak ngebosenin.” ujar Ayu selaku peserta seminar.