ADINURANI 2020 “URIP IKU URUP”

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email

Dalam dunia perkuliahan pascasarjana FBE Universitas Surabaya kerap kali didapati bahwa peminatnya adalah para praktisi yang aktif bekerja, berwirausaha dan juga berkeluarga. Hal ini terkadang menjadi tantangan bagi mereka untuk berperan aktif dalam dunia perkuliahan, hingga beberapa diantaranya memutuskan untuk mengambil cuti studi. Sangat disayangkan karena sebenarnya ini justru jenjang ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan kapasitas diri. Kondisi pandemi covid-19 diharapkan tidak menyurutkan semangat belajar mahasiswa namun tetap dapat membawa dampak yang baik bagi lingkungan sekitar, khususnya bagi para civitas akademika pascasarjana FBE Universitas Surabaya. Kesadaran atas kebutuhan tersebut mendorong Leadership Club 14th Generation menjalankan program Adinurani (Ajar Budi Asah Nurani) yang merupakan program orientasi bagi para mahasiswa baru pascasarjana, mengusung tema “Urip Iku Urup” dengan tagline “Handayani Andum Rahayu”. Konsep acara Adinurani kali ini sedikit berbeda karena acara dilakukan secara daring. Peserta didik yang berasal dari beberapa negara berkumpul secara online via media zoom dalam kegiatan Adinurani yang diadakan pada hari Sabtu hingga Minggu, 8-9 Agustus 2020 dari pukul 15.00 hingga 21.30 WIB. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pembekalan kepada mahasiswa baru mengenai konsep pribadi manusia yang bisa membawa manfaat bagi orang di sekitar atau yang disebut sebagai manusia yang berprinsip “Urip Iku Urup”.

Gambar 1. Sesi Nilai-Nilai Ke-Ubaya-an

Sebagai sesi pembuka, motivasi lifelong learning diawali oleh sharing dari Dr. Susan Sutedjo, S.E., M.M., M.Ak., Ak., CA., BKP., ACPA., CPA (Aust.) yang menekankan bahwa motivasi belajar seharusnya murni muncul dari dalam diri sendiri karena proses belajar berlangsung seumur hidup, baik secara akademis maupun pelajaran tentang kehidupan. Contohnya sebagai wanita, bukanlah suatu hal yang tidak mungkin untuk menjalankan 2 peran sekaligus, sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai wanita karier. Yang penting adalah bagaimana kita mampu melakukan manajemen waktu dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Ditambahkan juga oleh Yeremia Sugianto, S.T., M.M., selaku ex-presiden Leadership Club 11th Generation yang pada kesempatan ini juga membagikan pengalamannya sebagai alumni MM pascasarjana FBE Ubaya, bahwa penting untuk membuat prioritas dalam penyelesaian tugas, kegiatan organisasi kampus dan porsi waktu untuk pekerjaan. Kadang ada  kegiatan yang harus dikorbankan karena keterbatasan waktu yang ada, namun tidak lupa untuk menyiapkan waktu belajar lebih sebagai ganti waktu yang hilang.

Gambar 1. Sesi Maksi

Lalu muncul pertanyaan dari Syahir MM 59, apakah pernah mengalami stuck pada suatu titik tertentu dalam hidup? Jawaban dari Bu Susan adalah pernah, karena kenyataan yang terjadi tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan ditambah dengan judgment yang melemahkan dari lingkungan sekitar kita. Hal ini dibenarkan oleh Rizky Mentari MM 59 yang menceritakan pengalamannya saat ia memutuskan untuk menempuh studi S2. Sebelum memulai sesuatu hendaknya kita memikirkan segala resiko yang mungkin terjadi, dan tidak lupa menyelesaikannya sebagai bentuk tanggung jawab pribadi dari tekad yang sudah dimulai. Meski kegiatan Adinurani dilakukan secara online, namun tidak mengurangi semangat dari peserta dan panitia terutama saat memasuki sesi game perkenalan “Two Truth and One Lie”, dimana peserta harus menebak satu pernyataan yang salah dari tiga pernyataan yang disajikan untuk mengenal identitas teman-teman seangkatannya. Sesi terakhir di hari pertama diisi dengan seminar strategi belajar yang terbagi dalam dua break-out room, yaitu MM dan Maksi yang disampaikan oleh KPS masing-masing jurusan.

Gambar 3. Sesi MM

            Di hari kedua, maharu dibekali dengan visi dan misi serta tata nilai dari FBE Ubaya yaitu Knowledge, Wisdom, dan Integrity yang disampaikan oleh Dr. Deddy Marciano, S.E., M.M., CSA., CBC dimana mahasiswa diberikan gambaran mengenai perkembangan dunia profesi bisnis. Menjelang era society 5.0, para pelaku bisnis dituntut untuk menjadi kreatif dan inovatif untuk memikirkan bagaimana cara cepat beradaptasi dan mempersiapkan diri dalam perkembangan bisnis ke depannya. Sesi terakhir dipersiapkan untuk mengupas tema Adinurani “Urip Iku Urup” oleh Drs. Wiyono Pontjoharyo, M.M., Ak., C.A., CMA. Pentingnya melihat hambatan sebagai peluang untuk bertumbuh dan berkembang mendorong maharu untuk mempraktikkan nilai-nilai “Urip Iku Urup” dalam keseharian mereka supaya tercapai keadaan “Handayani Andum Rahayu”, makmur dan sejahtera seperti sediakala, terutama sebagai bekal perjalanan perkuliahan yang berjalan di masa pandemi. Peserta Adinurani diajak untuk memahami perlunya kerjasama dan networking tanpa memandang perbedaan maupun latar belakang setiap orang.

Tidak hanya dimotivasi dari sisi spiritual saja, namun peserta Adinurani juga diajak bermain economic games “Bank Adinurani” yang mengandung esensi bahwa pengambilan keputusan dalam bisnis terutama oleh pemimpin itu dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya adalah pergerakan pasar perekonomian suatu negara, persepsi pribadi, perbedaan sudut pandang oposisi dan dampak dari keputusan-keputusan bisnis yang sudah diambil sebelumnya. Acara Adinurani “Urip Iku Urup” kemudian ditutup oleh rangkaian perkenalan dari program kerja Leadership Club 15th Generation dan pengumuman “Cak dan Ning Adinurani” sebagai apresiasi kepada maharu yang aktif berpartisipasi dalam keseluruhan rangkaian acara Adinurani.

More Articles

1st Batch Registration Schedule

Registration close: October 22, 2020TPA: October 24, 2020TSA: October 26, 2020Announcement of acceptance: October 28, 2020Re-register: 3-4 November, 2020Matriculation: November 16, 2020

ADINURANI 2020 “URIP IKU URUP”

In the Ubaya FBE postgraduate program, it is often found that the students are practitioners who are active in work, entrepreneurship, and

Close Menu