ADINURANI PASCASARJANA FBE UBAYA “MEMAYU HAYUNING BAWANA”

adinurani-2019-01

Foto Bersama setelah Adinurani Sesi I

Tuntutan perkembangan zaman, membuat instansi pendidikan semakin gencar dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan berinovasi bagi masyarakat sekitar. Salah satu karakteristik yang menjadi incaran adalah karakter pemimpin yang memperhatikan dan memperindah lingkungannya, dengan menciptakan harmoni dalam hidup dan menjaga keutuhan dunia. Hal itu selaras dengan prinsip tulodho ing budaya (teladan dalam budaya). Universitas Surabaya menjawab kebutuhan akan pembentukan karakter pemimpin tersebut melalui program pembelakan Ajar Budi Asah Nurani (ADINURANI) kepada mahasiswa baru Pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika. Pembekalan tersebut mengangkat tema “Memayu Hayuning Bawana”,salah satu filosofi atau nilai luhur kebudayaan Jawa yang berarti memperindah keindahan dunia. Selain itu, pembekalan juga menyertakan pengetahuan knowledge, wisdom, dan integrity yang merupakan nilai utama dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika. Program Adinurani terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2019 dan sesi kedua yang berlangsung pada tanggal 2-3 Februari 2019.  

Sesi pertama merupakan pengenalan Pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika kepada mahasiswa baru. Mahasiswa baru pun mengenal Ketua Program Studi dari dua jurusan pilihan mereka, yaitu Bapak Dr. Putu Anom Mahadwartha, S.E., M.M., CSA., selaku KPS Magister Manajemen dan Bapak Dr. Bonnie Soeherman, S.E., M.Ak. selaku KPS Magister Akuntansi. Sesi pertama diawali dengan sambutan dari Bapak Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D. selaku Bapak Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya. Beliau menyampaikan problematika menjadi mahasiswa Pascasarjana di usia produktif kerja, yaitu kesulitan mengatur waktu. Namun yang terpenting adalah mengontrol diri sendiri, mampu memilih mana yang menjadi prioritas dan mana yang terbaik. Selanjutnya merupakan sesi sharing bersama Alumi Pascasarjana, yaitu Bapak Dr. Teddy Reiner Sondakh, S.Psi., S.H., M.Hum. yang menyatakan pentingnya membentuk networking sesama mahasiswa maupun dengan alumni. Beliau menyampaikan bahwa alumni Pascasarjana Universitas Surabaya adalah murah tangan dan bersedia mendukung kegiatan dari mahasiswa asal memiliki tujuan yang baik dan jelas. Bapak Teddy juga menyampaikan bahwa dalam membangun networking¸diperlukan ketulusan dari hati. Sebab, sebuah koneksi yang dibangun dari hati, akan bertahan dan menjadi penolong ketika terlibat dalam permasalahan. Tidak ada perbedaan antara alumni ataupun mahasiswa, karena seluruhnya tergabung dalam keluarga besar Universitas Surabaya.

Sesi sharing selanjutnya disampaikan Bapak Alex Kurniawan, S.E., M.Ak. yang memberi tips-tips sebelum masa perkuliahan dimulai. Bapak Alex menghimbau mahasiswa baru untuk bermimpi setinggi mungkin hingga tidak bisa bermimpi lagi, di mana mahasiswa perlu keluar dari comfort zone. Mahasiswa baru juga perlu memaknai tujuan dari kehidupan Pascasarjana mereka di Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya. Tujuan yang jelas akan membantu mahasiswa agar tidak stress dan mampu menentukan prioritas mereka. Bapak Alex menyampaikan bahwa cara pandang beliau menjadi berubah, di mana beliau berupaya membuat segala hal lebih baik, tidak berpaku pada profit, walaupun memang membutuhkan profit. Selanjutnya seluruh mahasiswa baru dipindahkan ke dua ruangan yang berbeda berdasarkan jurusan yang mereka ambil. Bapak Putu Anom dan Bapak Bonnie masing-masing menyampaikan strategi belajar di perguruan tinggi. Strategi tersebut meliputi penjelasan singkat tentang seperti apa jurusan yang mahasiswa baru ambil, persyaratan dan peraturan perkuliahan, serta beragam mata kuliah yang wajib maupun elektif. Visi dan Misi dari masing-masing jurusan semakin memantapkan pilihan mahasiswa baru dalam menempuh masa studi bersama Universitas Surabaya.

Sesi kedua yang berlangsung di kampus ketiga Universitas Surabaya, yaitu Ubaya Training Center (UTC) yang terletak di Trawas, Jawa Timur, berlangsung dengan lancar. Pembekalan dilakukan dengan memberikan materi dengan model sharing serta disertai dengan kegiatan fisik seperti outbond. Materi-materi yang disampaikan oleh dosen disampaikan dengan menarik, serta dengan tema yang cocok untuk pemimpin muda masa depan. Materi pertama adalah sesi Mengenal Diri Sendiri, Kekurangan, Kelemahan, dan Peduli yang dibawakan oleh Bapak Drs.ec. Sujoko Efferin, M.Com(Hons), M.A., Ph.D. di mana menekankan pada pengenalan dan pemahaman atas diri sendiri, dan tidak melampiaskan seluruh kesalahan pada pihak lain, sebab salah satu penyebab dapat berasal dari dalam diri. Sebab itu, sesi tersebut mengajarkan mahasiswa untuk mindful, menerima berbagai sisi baik maupun buruk mereka, untuk terus disadari. Bapak Sujoko menyampaikan, bahwa seringkali, pikiran kita bergerak seperti kereta, dan terkadang kereta tersebut berhenti, menimbulkan perasaan kesal, sedih, dan tidak nyaman. Umumnya, ketika dihadapkan dengan pikiran seperti itu, manusia berusaha untuk melupakannya atau memikirkan hal yang lain. Mindful mengajarkan kita untuk menerima pemikiran seperti itu, menyadarinya, mengakui energi atau reaksi yang muncul, maka kita bisa melihat dengan objektif dan pikiran tersebut berlarut-larut akan hilang. Sesi dilanjutkan dengan menjalankan berbagai jenis meditasi, seperti meditasi duduk, meditasi makan, hingga meditasi jalan di luar ruangan dan menikmati lingkungan UTC. Mahasiswa mengakui adanya perubahan dan kepekaan lebih ketika menjalani mindful, bahkan ketika makan.

Pembekalan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab pada diri sendiri, sesama, dan alam semesta berlanjut ke sesi kedua.  “Talk Show Pendalaman KWI” yang dibawakan oleh Bapak Dr. Bonnie Soeherman, S.E., M.Ak. memberi pengetahuan lebih detil tentang knowledge, wisdom, dan integrity (KWI), nilai-nilai yang dianut Ubaya. Ubaya mengharapkan seluruh mahasiswanya memiliki nilai-nilai tersebut sehingga dapat menjadi pemimpin yang unggul dan tidak mudah menilai sebelah mata. KWI membuat mahasiswa menjadi lebih objektif, melihat segala sesuatu dari sisi positif dan negatifnya. Terutama dalam musim politik, begitu banyak propaganda negatif yang dapat menimbulkan hoax dan menggiring opini massa. KWI membekali kita untuk terus berinovasi dengan pengetahuan secara rasional, menjadi bijak terhadap berbagai isu dan mendukung kerja sama dan rasa kepercayaan kepada sesama, serta berkomitmen terhadap pilihan maupun profesi yang dipilih.

Tidak hanya nilai-nilai dalam KWI, pembekalan tentang nilai-nilai “Memayu Hayuning Bawana” juga disampaikan agar menjadi pemimpin bijaksana dengan memahami kontrain-konstrain yang terkandung. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Drs. Wiyono Pontjoharyo, M.M., Ak., CMA.. Kecintaan Bapak Wiyono Pontjoharyo pada nilai-nilai dalam kebudayaan lokal dituangkan dalam cerita singkat pewayangan Ramayana. Terutama karena mahasiswa diajak untuk memandang cerita tersebut perspektif lain, sehingga adanya keharmonian dalam setiap karakter, tidak terpaku pada sifat karakter yang digambarkan hitam dan putih sebelumnya. Mahasiswa baru pun menjadi lebih tertarik pada cerita budaya asli Indonesia karena banyak nilai bijak yang terkandung.

Pembekalan Mindful dilanjutkan pada hari kedua dengan sesi “The Root of Empathy,” di mana Bapak Dr. Bonnie Soeherman, S.E., M.Ak. mengajak kita untuk menyadari dan menghargai kebaikan sekecil apapun. Beliau juga menceritakan tentang Dewaruci, yang mengajarkan bahwa seringkali kita merasa bahwa permasalahan bersumber dari luar, tanpa menyadari bahwa yang bermasalah adalah diri sendiri. Dewaruci juga mengajarkan agar tidak mementingkan ego dan peduli terhadap sekitar. Menjadi pemimpin masa depan memerlukan teamwork skill, karena pemimpin tidak dapat berdiri sendiri. Sesi “Together be Better Than One” yang menekankan pada teamwork disampaikan oleh Aris Surya Putra S.E., M.Ak.. Bapak Aris mengajak seluruh mahasiswa baru dan panitia untuk saling bekerja sama dalam beberapa game. Beliau menyampaikan bahwa pembelajaran melalui game dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai seperti kepercayaan, kerja sama, dan saling bertanggung jawab dalam menjalankan game.

adinurani-2019-02

Foto Bersama Adinurani Sesi II

Kegiatan Adinurani “Memayu Hayuning Bawana” akhirnya berakhir dengan pemberian hadiah dan penghargaan pada enam kategori. Penilaian dilakukan berdasarkan observasi oleh Panitia selama dua hari dan satu malam Adinurani Sesi 2 di Ubaya Training Center. Kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat dan mempersiapkan mahasiswa baru sebelum menjalani kehidupan perkuliahannya di Pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya, dengan target menjadikan mereka pemimpin masa yang berwawasan, objektif, bijaksana, berintegritas, serta peduli pada alam semesta.