Belajar Akuntabilitas dari Superhero Zaman Now

agus-sutikno-1

Bapak Dr. Bonnie Soeherman, S.E., M.Ak. dan Bapak Agus Sutikno pada saat seminar

Jumat, 29 Juni 2018, Leadership Club X-Generation mengadakan sebuah seminar inspiratif di Perpustakaan Lt. 5, Kampus Ubaya Tenggilis. Seminar bertajuk Aku(ntabilitas) dan Sang Pencipta : Semangat Luca Pacioli yang Terdistorsi ini dihadiri oleh 80 orang peserta dari berbagai kalangan, tak hanya dari civitas academica Ubaya namun banyak peserta umum yang tertarik untuk menimba ilmu dari acara ini. Narasumber utama seminar kali ini adalah seorang pendeta bernama Agus Sutikno. Bapak Dr. Bonnie Soeherman, S.E., M.Ak. berperan sebagai moderator sekaligus pemateri untuk menjelaskan hubungan antara pelayanan yang dilakukan oleh Bapak Agus Sutikno dengan akuntabilitas.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Andrean Kisima Oei, S.Psi selaku Presiden Leadership Club X-Generation dilanjutkan dengan sesi pertama dengan penggalian lebih dalam mengenai kegiatan yang telah dilakukan oleh Bapak Agus Sutikno, seorang pendeta bergaya “nyentrik” ala rocker dengan tato di wajahnya. Sosok ini kita kenal dengan julukan pendeta jalanan atau baru-baru ini muncul julukan baru yaitu superhero zaman now. Tato yang kita lihat di wajahnya menggambarkan kelamnya hidup beliau pada masa kecilnya, hal itu juga tak terlepas dari KDRT yang dialami dari ayahnya. Pria yang lahir di Probolinggo pada tanggal 17 Agustus 1975 ini berbeda dari kebanyakan pendeta yang berkhotbah dari mimbar ke mimbar. Beliau mendedikasikan hidupnya untuk melayani orang-orang kurang beruntung dan terpinggirkan seperti PSK, anak jalanan, transgender hingga pecandu narkoba di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Meskipun banyak cemoohan dan godaan yang mencoba menggoyahkan hati untuk meninggalkan pelayanan tersebut, Bapak Agus Sutikno berpendirian teguh karena fokusnya kepada Tuhan, bukan dengan logika atau otak yang mencari keuntungan untuk diri sendiri.

Ketika acara ini dipromosikan bahkan hingga sebelum acara dimulai, banyak yang penasaran tentang apa hubungan antara akuntabilitas dengan seorang pendeta jalanan. Namun, semua pertanyaan yang ada di benak para peserta tersebut terjawab tuntas dengan segala penjelasan yang diberikan oleh Bapak Bonnie. Pada Sesi kedua, Bapak Bonnie memberikan penjelasan lebih lanjut tentang asal mula akuntansi dari seorang sosok yaitu Luca Pacioli yang kita kenal sebagai Bapak Akuntansi. Luca Pacioli memaknai akuntasi dalam cara pandang berbeda melalui Good Merchant Principle, yang terdiri dari trusworthiness, good bookkeeper, dan systematic arrangement. Pada intinya dari prinsip-prinsip tersebut dapat kita pahami bahwa kita harus ingat kepada Tuhan sang pencipta kita. Bentuk distorsi yang kita jumpai di sekitar kita adalah fokus yang bukan lagi kepada Tuhan melainkan kepada “aku”, sebuah bentuk keegoisan untuk mencari keuntungan pribadi. Akuntabilitas di dunia akuntansi sudah terlihat kabur karena hukum ekonomi yang bertolak belakang dengan hukum karma. Banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan saat pembuatan laporan keuangan dan lain-lain. Secara lebih luas, sebenarnya akuntabilitas tidak hanya soal akuntansi, namun dunia bisnis secara keseluruhan. Ibarat minuman berupa teh, kopi, jus buah, dan sirup yang semuanya berasal dari air, segala macam keilmuan baik itu berupa sains atau sosial asalnya dari Tuhan yang memberikan akal budi kepada manusia.

agus-sutikno-2

Foto Bersama Bapak Dr. Drs. Wiyono Pontjoharyo, M.M., Ak., CMA , Bapak Agus Sutikno bersama panitia

Sebelum acara berakhir, Dr. Drs. Wiyono Pontjoharyo, M.M., Ak., CMA. juga turut memberikan tanggapannya yang meneguhkan kembali bahwa apa yang telah dilakukan oleh Bapak Agus Sutikno merupakan bentuk aplikasi akuntabilitas yang sejati dan mencerminkan akuntannya Tuhan. Esensi dari semua tindakan yang kita lakukan sehari-hari adalah untuk Tuhan. Kita tidak akan pernah tahu berapa lama Tuhan memberikan waktu kepada kita untuk hidup di dunia ini dan waktu tersebut harus kita kembalikan kepada Tuhan. Dari situ Bapak Pontjo berpesan kepada semua yang hadir di acara ini untuk menemukan Tuhan dalam hidup kita agar kita semua menyadari betul bahwa tindakan-tindakan yang kita lakukan dapat kita fokuskan untuk mempertanggungjawabkan apa yang Tuhan telah berikan kepada kita untuk memuliakan nama Tuhan. Semoga apa yang telah kita pelajari dari acara ini dapat menjadi bahan renungan untuk kita semua.