Business and Spirituality “Bisnis dan Spiritualitas dapatkah bersatu?”

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email

Saat ini banyak diskusi mengenai spiritualitas dalam kehidupan maupun pekerjaan. Namun hal yang menjadi pertanyaan adalah apakah bisnis yang sangat erat berhubungan dengan profit dan uang dapat berjalan seiring dengan nilai spiritualitas?. Kebanyakan pebisnis mementingkan profit, hal ini tentunya membentuk pola pikir di masyarakat bahwa suatu bisnis untuk mendapatkan keuntungan dapat melakukan segala cara. Sedangkan spiritualitas adalah suatu prinsip yang tentunya sangat bertentangan dengan prinsip materialistik tadi, lalu sejauh mana seharusnya bisnis dapat mengembankangkan spiritualitas dalam prosesnya. MM dan Maksi Ubaya menyelenggarakan acara seminar Business and Spirituality pada hari Jumat, 22 Februari 2019 di auditorium pascasarjana ubaya lantai 3. Acara seminar kali ini dihadiri oleh tiga pembicara yaitu Kusno Sugeng Wongsodirdjo, MBA.B.Sc.ISE., Mohammad Zaim dan Prof. Drs.ec. Wibisono Hardjopranoto M.S.

Sesi pertama seminar ini dimulai oleh Kusno Sugeng Wongsodirdjo, MBA.B.Sc.ISE., yang merupakan praktisi bisnis yang akan berusaha menjawab pertanyaan ini dari sudut pandang bisnis. Menurutnya bisnis dan spiritualitas adalah hal yang sulit untuk dipersatukan tetapi bukan lah menjadi hal yang tidak mungkin untuk disatukan. Kusno berpendapat spiritualitas bukan melulu hanya hubungan kepada yang di atas tetapi juga merupakan hubungan secara horizontal yaitu kepada sesama manusia. Untuk dapat mencapai bisnis yang spiritualitas, pebisnis harus memiliki kata kunci kesabaran. Makna dari kesabaran dalam bisnis yaitu adanya pengendalian diri. Pengendalian diri disini dimaknai ketika seseorang sudah memiliki materi yang banyak maka ia tidak boleh melupakan asas kemanusiaan dalam bisnisnya.

Sesi kedua pada seminar ini dibawakan oleh Mohammad Zaim, yang merupakan penulis buku secangkir teh dan sepotong ketupat. Zaim menjelaskan bahwa dalam hidup ini, kita sedang berjalan dalam jalan spiritual. Jalan spiritual merupakan jalan untuk menemukan kebahagiaan abadi, kebahagiaan abadi bukanlah yang didapatkan dari hal duniawi. Inti dari jalan spiritual adalah bagaimana kita bisa menjaga emosi positif muncul dalam diri kita. Zaim menyatakan bahwa disetiap agama dan tradisi pasti ada sosok spiritualitas yang menginspirasi dunia yaitu sosok yang penuh cinta kasih. Menurut Zaim di dunia ini hanya ada orang yang sudah baik dan menuju kedalam kebaikan. Seseorang mencapai spiritualitas yang lebih tinggi ketika mampu untuk tidak membedakan manusia. Ketika kita memiliki niat untuk memanusiakan manusia dan menghargai alam, maka hal tersebut berarti kita menuju kepada spiritualitas. Dengan spiritualitas akan membuat menjadi lebih tenang dan meng ”counter” emosi buruk yang akan mempengaruhi kita. Instrument menuju spiritual bisa berbagai macam dan yang paling penting adalah pengalaman yang dimiliki diri sendiri.

Sesi terakhir dibawakan oleh Prof. Drs.ec. Wibisono Hardjopranoto M.S. selaku pengajar dan praktisi bisnis yang menggabungkan pemahaman apa itu bisnis dan apa itu spiritualitas. Menurut Wibisono, bisnis adalah himpunan atau kolektifitas individu yang hidup dalam lingkungan yang berubah, menyediakan produk bagi orang lain dengan motif mencapai kesejahteraan keuangan. Menurutnya bisnis itu tidak boleh hanya menerima sesuatu begitu saja dengan hanya mencari kekayaan, maka demikian muncullah moral guidance yang diperlukan untuk memandu jalannya bisnis tersebut. Dengan kata lain setiap bisnis dituntut tanggung jawab sosialnya. Organisasi yang akan berkesinambungan adalah organisasi yang bisa beradaptasi. Bagi pelaku bisnis, spiritualitas mengambil peran sebagai pemandu moral/ etika bagi perjalanan dan pengembangan bisnis. Budaya organisasi menempatkan moral dan etika sebaga tata nilai dan panutan bagi tujuan dan strategi serta perilaku dan dengan artifak sebagai seni yang merefleksikanya.

More Articles

Early 2020 meeting, Advisory Board

Advisory Board is a practice that takes place in world business schools, where business people provide input to study programs related to

Close Menu