Diskusi Kebangsaan “Mengembalikan Karakter Bangsa Melalui Spiritualitas”

mengembalikan-karakter-bangsa-melalui-spiritualitas-1Pada dasarnya manusia diciptakan heterogen, berbagai macam suku, ras, agama dan budaya. Perbedaan inilah yang menciptakan indahnya budaya Indonesia menjadi satu rasa dalam satu bahasa yang menghiasi pesona keunikan yang ada di dalamnya, hal ini membuka wawasan kita untuk saling memahami perbedaan “Open your mind, listen your heart and respect to others”.

Pada hari Rabu, 8 Nopember 2017 bertempat di Ruang PF Lantai 6, Leadership Club (LC)9th Generation Pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya menyelenggarakan sebuah diskusi kebangsaan dengan mengusung tema “Mengembalikan Karakter Bangsa Melalui Spiritualitas”. Diskusi kali ini menghadirkan 3 Narasumber yakni: Adhika Putra Wicaksono, Gus Aan dan Bapak Tjoa Teng Ho, yang akan mengupas secara mendalam mengenai apa makna spiritualitas yang sebenarnya, pentingnya spiritualitas dan bagaimana aplikasi dan implementasi spiritualitas dalam kehidupan. Secara umum banyak orang yang masih memiliki persepsi yang sama antara spiritualitas dan religiusitas, padahal kedua hal ini adalah berbeda.

mengembalikan-karakter-bangsa-melalui-spiritualitas-2

Situasi ketika Berlangsungnya Acara

Rangkaian acara ini di pandu oleh Dr. Bonnie Soeherman, S.E., M.Ak. Ketua Program Studi Magister Akuntasi dan diawali dengan sambutan pembuka oleh Wakil Rektor III Univeritas Surabaya Bapak Ir. Hudiyo Firmanto, M.Sc., Ph.D. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang pertama dibawakan oleh Adhika Putra Wicaksono mahasiswa Magister Manajemen Universitas Surabaya Angkatan 51 yang juga menjabat sebagai Presiden LC 9th, ia mengatakan spiritualitas bukan hanya sekedar religi melainkan bagaimana sudut pandang seseorang memahami batas-batas perbedaan yang ada untuk mempersatukan bangsa dan kecintaan terhadap Tuhan, Lingkungan/alam dan sesamanya. Selanjutnya, narasumber kedua dibawakan oleh Gus Aan beliau adalah salah satu ulama yang berasal dari kelompok Gusdurian yang aktif beroganisasi dan selalu mengikuti kegiatan keagamaan. Spiritualitas menurut beliau adalah bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan sekitar kita apapun itu (alam, manusia, benda mati) dan mengambil sisi positifnya itulah yang dinamakan spiritualitas. Sesi terakhir dibawakan oleh Bapak Tjoa Teng Ho seorang bisnismen sukses yang gemar bersosialisasi sejak beliau masih menapaki masa susah dan sesukses sekarang. Menurut beliau spiritualitas merupakan sisi cinta kasih dalam diri kita yang selalu kita ikut sertakan dalam kehidupan sehari hari untuk berbuat dan berperilaku positif.

mengembalikan-karakter-bangsa-melalui-spiritualitas-3

Sesi Tanya jawab

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan salah satu pertanyaan yang sangat menarik dari salah seorang peserta yang membahas mengenai “Bagaimana para narasumber menyikapi fenomena Ahok,  kenapa bangsa ini masih mempertanyakan Agama dan Gender dari pemimpinya, bukan kinerjanya yang dipertanyakan padahal itu merupakan hal yang penting?” . Gus Aan memaparkan, Ahok dianggap sebagai suatu monument oleh mereka-mereka yang mengaku NKRI namun perilaku tidak bersikap selayaknya ideology pancasila yang diterapkan. Pertanyaan demikian merupakan doktrin dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu dengan mengatas namakan agama. Maka dari itu bila semakin tinggi spiritualitas individu, akan semakin terbuka pemahaman beragama, pola pikir, sudut pandang akan menjadi luas dan lebih manusiawi. Beliau juga menegaskan bahwa jika kita ingin mengubah karakter bangsa mulailah dari yang paling dekat, yakni diri sendiri. Jadikanlah hal-hal positif menjadi kebiasaan, kemudian tularkan kepada sesama dan lakukan berulang-ulang.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan souvenir oleh Wakil Rektor III Bapak Ir. Hudiyo Firmanto, M.Sc., Ph.D.  dan Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Bapak Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D. kepada ketiga narasumber dan  dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

mengembalikan-karakter-bangsa-melalui-spiritualitas-4

Foto bersama Wakil Rektor III, Dekan Ekonomika FBE, dan Narasumber

mengembalikan-karakter-bangsa-melalui-spiritualitas-5

Foto bersama Wakil Rektor III, Dekan Ekonomika FBE, Narasumber, Dosen dan Panitia