FORGING AHEAD IN LIFE IN COMMUNICATION

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email

Acara dimulai pukul 19.30 dengan pembukaan oleh pak Wenas, founder Universal group, yang memberikan pengantar dan gambaran singkat mengenai apa yang akan dibawakan oleh Mr. William Chua pada Kamis, 07 Nov 2019. Presentasi oleh Mr. William Chua dimulai pukul 19.35 dengan judul “Forging Ahead in Life in Communication”.

Komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari, sehingga penting bagi manusia dalam menjalani kehidupan untuk selalu menyadari hal-hal yang saat ini sedang dilakukan dan senantiasa merefleksikannya. Manusia selalu memiliki tujuan dalam hidupnya yang ingin dicapai, sebagai contoh salah satu peserta, Ricky, memiliki tujuan untuk memiliki banyak uang di kehidupannya. Peserta lain, Anissa, memilih untuk memiliki kehidupan yang bahagia. Tiga pertanyaan panduan yang diberikan oleh pembicara untuk membantu peserta mengklarifikasi tujuan hidupnya adalah: (1) What is the why behind everything I do?; (2) Why am I here?; (3) When I know this in life or design it is very empowering and the path is clear?. Tiga pertanyaan ini akan dipergunakan untuk mendefinisikan “sukses” bagi setiap individu.

“Sometimes I win, sometimes I LEARN” merupakan kalimat yang ditekankan oleh pembicara pada malam ini. Karena, sukses merupakan kombinasi dari kerja keras, attitude, kedisiplinan, kesabaran, kegagalan, dsb.. Sehingga setiap kali kegagalan terjadi, kita tidak boleh putus asa melainkan belajar dari hal tersebut agar di kesempatan berikutnya kita dapat menjadi pemenangnya. Satu hal lain yang tidak kurang penting adalah setiap individu harus belajar untuk mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu – FLY: Firstly LOVE Yourself – karena musuh sekaligus teman terbaik seorang individu adalah individu itu sendiri.

Bagaimana seseorang melihat dirinya memegang peranan yang sangat penting. Karena, pikiran seseorang dapat menjadi kata-katanya, kata-katanya menjadi tindakannya, tindakannya menjadi kebiasaannya, dan kebiasaannya dapat menjadi karakternya. Sehingga, visi seseorang atau bagaimana pandangannya terhadap dirinya di masa sekarang dan masa depan memegang peranan yang sangat penting dalam mencapai kata “sukses” yang sebelumnya telah didefinisikan. Pertama, mendefinisikan dan menentukan target/goal yang ingin dicapai di masa depan; Kedua, melihat apa yang dimiiliki saat ini yang dapat mendukung pencapaian target/goal tersebut; Ketiga, merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk mencapai target/goal tersebut.

fig. 1

Selanjutnya, peserta diajak untuk sama-sama mencoba bermain mini games yang bernama “Changing view point”. permainan tersebut adalah bagaimana menyusun 3 potongan kertas bergambar 2 orang joki dan 2 kuda agar dapat membentuk gambar2 orang joki yang sedang menaiki 2 kuda di saat yang bersamaan. Peserta cukup antusias mencoba memecahkan teka-teki permainan dan di akhir permainan, Mr. William pun menjelaskan cara memecahkan teka-teki yang ada serta makna dari permainan tersebut. Kemudian, peserta pun diajak untuk melakukan permainan kedua, yaitu “T-games”. peserta dibagi menjadi 3 kelompok, dimana 1 kelompok terdiri atas 4-6 orang. Setiap kelompok akan dibagi menjadi 2 kelompok kecil, yaitu A dan B. Kelompok A adalah kelompok yang menerima potongan huruf T yang terdiri atas beberapa motif dan warna secara utuh, sedangkan kelompok B adalah kelompok yang menerima beberapa bagian kecil dengan beberapa motif dan warna berbeda. Kelompok A akan berusaha membimbing kelompok B untuk dapat menyusun potongan-potongan yang ada agar membentuk huruf T utuh seperti yang dimiliki kelompok A. Pasangan kelompok A-B harus saling berkomunikasi dan bekerja sama. Suasana ruangan menjadi sangat ceria dimana setiap orang begitu semangat untuk berlomba-lomba menjadi kelompok pertama yang berhasil menyelesaikannya. Setelah selesai, diadakan sesi sharing dimana setiap kelompok diminta untuk membagikan pengalaman serta pelajaran apa yang didapatkan atas permainan yang sudah dilakukan.

Setelah selesai, dilanjutkan oleh sesi kedua yaitu perkenalan mengenai program studi “postgraduate diploma in digital strategy, leadership, and innovation” yang dimiliki oleh Training Vision (penyelenggara seminar) yang bekerja sama dengan Boston University, USA. Program tersebut berlangsung selama 7 bulan + 5 bulan, yaitu 7 bulan pertama di Training Vision, Singapore; dilanjutkan dengan 5 bulan di Boston University, USA. Ketika program tersebut selesai, maka peserta akan mendapatkan gelar Master of Science in Digital Innovation. Program tersebut memiliki 5 modul dimana setiap modul memiliki program khusus dan Professor yang bertanggung jawab atas modul-modul tersebut.

Sesi terakhir adalah sesi tanya jawab, terdapat 2 orang penanya pada sesi ini. Pertanyaan pertama adalah bagaimana cara untuk memulai suatu percakapan dengan orang baru, yang kemudian dijawab oleh Mr. William Chua dengan beberapa poin, yaitu: (1) perkenalkan diri, nama merupakan hal terbaik yang dimiliki oleh setiap individu sehingga memperkenalkan nama merupakan hal spesial yang akan selalu berkesan dalam setiap percakapan; (2) dalam bercakap-cakap, penting untuk selalu menjaga eye contact. Hal tersebut selain membuat lawan bicara merasa dihargai, hal tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang; (3) berlatih bagaimana cara memulai percakapan, merekamnya, dan melakukan evaluasi diri setiap periode tertentu. Rekaman-rekaman tersebut saling dibandingkan agar tahu sejauh mana perkembangan diri telah terjadi; (4) terakhir, penting untuk meningkatkan kepercayaan diri. Pertanyaan kedua adalah mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan apabila ingin melngikuti program postgraduate diploma yang dilakukan, yang kemudian dijawab: (1) persiapan pendaftaran dapat melalui Universal Group yang nanti akan dibantu keperluan administrasinya; (2) nilai EILTS minimal 6.0 dimana nilai miinimum untuk setiap aspek juga adalah 6.0.

Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan untuk Mr. William Chua oleh Kepala Program Studi Magister Manajemen, Pak Werner, yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan penutupan.

More Articles

Close Menu