Kiat Membangun Sistem Anti Hoax

anti-hoax-1Dalam dunia bisnis, pengumpulan data dan pencatatan data merupakan faktor penting agar bisnis mampu berkembang dengan baik. Data tersebut diolah sedemikian rupa menjadi informasi. Pada era industri 4.0, informasi dapat menjadi viral dengan cepat melalui berbagai kanal. Namun demikian, informasi yang tersebar tersebut belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Banyak sekali berita palsu (hoax) yang tersebar di dunai maya, sehingga seringkali jika kita tidak menyadari dan menelaah dengan seksama, maka informasi tersebut akan berbahaya bagi para penggunanya. Leadership Club 11th Generation bekerjasama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyelenggarakan Kuliah Tamu bertajuk “Kita Membangun Sistem Anti Hoax” pada hari  Jumat, 16 November 2018.

Ibu Rovien Aryunia, S.Pd., M.PPO., M.M., salah seorang Presidium Mafindo membuka acara dengan sedikit perkenalan tentang Mafindo disertai dengan situasi informasi hoax yang semakin marak beredar di masyarakat saat ini. Beliau menekankan akan pentingnya berpikir kritis untuk menangkal hoax. “Tidak ada seorang pun yang kebal dari hoax, termasuk mereka yang berpendidikan tinggi sekalipun. Selalu berpikir kritis akan membantu kita agar tidak terpapar dampak negatif hoax”, begitu pernyataan dari seorang wanita yang juga seorang Manajer HR di PT. Wonokoyo Jaya Corporindo tersebut.

Bapak Dr. Putu Anom Mahadwartha, S.E., M.M., CSA. selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen memberikan sambutan  kemudian dilanjutkan dengan acara pokok, yaitu kuliah tamu dari Bapak Septiaji Eko Nugroho, S.T., M.Sc. Senada dengan Ibu Rovien, pria yang menjabat sebagai selaku Ketua Presidium Mafindo tersebut menekankan agar kita harus skeptis terhadap informasi yang beredar, tidak sekedar ho’o dan memiliki mindset terbuka terhadap informasi. “Banyak orang berbisnis berita hoax dan tidak peduli bagaimana dampaknya terhadap masyarakat yang dalam keadaan terburuk dapat menghilangkan rasionalitas, menghilangkan nyawa, dan memicu peperangan”,  tegas pria yang mendirikan Mafindo pada November 2016 ini.

Para peserta dari Pascasarjana FBE yang sebagian besar merupakan mahasiswa Magister Manajemen Angkatan 55 cukup antusias dengan kuliah tamu yang diberikan kali ini. Berbagai pertanyaan yang berbobot sehingga diskusi dengan Ketua Presidium Mafindo juga berjalan cukup menarik. Acara diakhiri dengan pemberian plakat oleh Bapak Dr. Putu Anom Mahadwartha, S.E., M.M., CSA. kepada Bapak Septiaji Eko Nugroho, S.T., M.Sc. disertai dengan foto bersama dengan seluruh peserta kuliah tamu. Semoga materi yang diberikan kali ini dapat berguna untuk kita semua. Ojo hoax rek !

anti-hoax-2