Pelajaran Berharga dari Prof. Soong

one-belt-one-roadSenin, 10 September 2018 menjadi hari spesial bagi prodi MM dan Maksi FBE Ubaya yang kembali mengadakan kuliah tamu dengan pembicara internasional. Kali ini Prof. Jenn-Jaw Soong, Ph.D. yang berasal dari National Cheng Kung University, Taiwan menjadi pembicara untuk kuliah tamu yang bertajuk “The Political Economy of One Belt and One Road Initiative Implementation between China and ASEAN : Opportunities or Challenges?”. Acara yang juga didukung oleh Magister Teknik Industri ini diselenggarakan di Ruang Auditorium Pascasarjana FBE Ubaya dan dihadiri oleh 90 orang peserta yang berasal dari mahasiswa aktif Ubaya, dosen dan karyawan Ubaya, para alumni, dan peserta umum.

Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Bapak Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D. dan langsung disambung oleh penyampaian materi oleh Prof Soong. Banyak sekali pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kuliah tamu ini dan dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Cina memiliki mimpi untuk membangun One Belt One Road (OBOR) yang merupakan pembangunan kembali dari apa yang pernah dilakukan oleh pedagang Cina pada zaman dahulu yang membangun jalur sutra dan mencakup wilayah daratan dan lautan.
  • Inisiatif ini diharapkan untuk dapat mengurangi biaya logistik dan distribusi ke seluruh dunia dalam rangka memasarkan produk-produk dalam negeri Cina ke pasar yang lebih luas.
  • Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Cina berupaya untuk membantu pembangunan infrastruktur logistik di negara-negara yang akan dilalui oleh jalur OBOR.
  • Indonesia menjadi negara yang penting peranannya di ASEAN karena memiliki PDB yang tertinggi di antara negara ASEAN lainnya
  • Koridor ekonomi Indonesia hendaknya tidak hanya difokuskan ke pembangunan di Pulau Jawa saja, namun juga ke wilayah lainnya agar Indonesia memiliki daya saing yang cukup kuat secara regional.

Menjelang berakhirnya acara, salah seorang peserta bertanya tentang kekuatan industri dalam negeri Indonesia dan ancaman invasi tenaga kerja asing yang akan mengancam keberadaan pekerja lokal Indonesia setelah One Belt One Road diimplementasikan nantinya. Prof. Soong menjawab dengan lugas bahwa Indonesai memiliki potensi yang bagus untuk tetap memiliki daya saing dengan negara-negara lain dan generasi muda seperti kita harus belajar dengan tekun untuk memiliki keahlian dan kompetensi yang juga lebih unggul daripada sumber daya manusia dari negara-negara lain agar dapat unggul dalam persaingan. Acara ditutup dengan penyerahan souvenir dari Universitas Surabaya yang diberikan oleh Bapak Suyanto kepada Prof. Soong disertai dengan oleh foto bersama.

one-belt-one-road-2