REVIEW PELATIHAN TURNITIN DAN MENDELEY

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email

Perguruan tinggi kini banyak menggencarkan sosialisasi dari penggunaan turnitin dan Mendeley untuk mempermudah pengerjaan tugas mahasiswa. Tidak hanya tugas, tugas akhir pun akan sangat terbantu dengan adanya kedua program tersebut. Selain itu, persyaratan bahwa tugas akhir mahasiswa harus dipublikasikan, mendorong adanya tindak pencegahan plagiarisme. Plagiarisme dalam dunia pendidikan sangat tercela, dan mahasiswa rentan terkena permasalahan tersebut jika tidak dapat mengutip sumber dengan benar. Sehingga, pelatihan penggunaan Turnitin dan Mendeley yang benar menjadi penting dan bermanfaat bagi mahasiswa.

Peserta kelas Metode Penelitian yang diikuti oleh angkatan Magister Manajemen 55 dan Magister Akuntansi 20 berkesempatan untuk mendapatkan pelatihan dari Administrasi Perpustakaan Universitas Surabaya terkait dua program tersebut. Mahasiswa dituntun untuk dapat mengutip dengan baik dan mensitasi artikel atau jurnal dengan benar, agar ketika tugas akhir mahasiswa disubmit ke Turnitin, tingkat plagirasisasi yang terdeteksi adalah rendah. Pelatih yang bersedia hadir dan membimbing para mahasiswa adalah Pak Lasi dan Pak Eko. Pelatihan dilakukan di hari Kamis, 26 Oktober 2019, di ruang laboratorium computer yang bertempat di gedung EC 2.3 di Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Surabaya.

fig. 1

Sesi pelatihan dimulai dengan pembekalan informasi di mana mahasiswa dapat memperoleh jurnal dan artikel terakreditasi, begitu pula dengan portal-portal dipublikasikannya karya tulis ilmiah, seperti di portal Sintha. Mahasiswa Ubaya dapat memperoleh jurnal dan artikel internasional dari sumber-sumber yang terakreditasi, seperti ProQuest, Emerald Insight, Science Direct, dan masih banyak lagi sebagai bentuk fasilitas dari Ubaya. Banyak artikel yang dapat diakses dengan mudah dan lengkap, sehingga memberi inspirasi banyak terkait tugas maupun tugas akhir mahasiswa.

Masing-masing komputer telah diinstallkan program Mendeley dan mahasiswa dihimbau untuk membuat alamat akun mereka masing-masing. Beberapa permasalahan yang dihadapi mahasiswa adalah proses instalasi yang susah di laptop mereka sendiri. Berkat pelatihan ini, mahasiswa mengetahui bahwa masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mencari program Mendeley versi lebih lama, bukan yang terbaru. Mahasiswa pun dapat mendaftarkan email mereka dan memulai program Mendeley. Mendeley sangat membantu untuk mensitasi sumber dan menelusuri kutipan-kutipan ke artikel aslinya. Dengan begitu, mahasiswa tidak perlu kesulitan menghafalkan masing-masing kutipan dalam tugas mereka yang mungkin bersumber dari 5 artikel atau lebih. Pembuatan daftar pustaka pun menjadi mudah, mahasiswa tidak perlu membuat secara manual yang berisiko salah pada penulisan. Daftar Pustaka pun bisa langsung tercantum dalam tugas mahasiswa sejumlah sitasi yang dilakukan, sehingga risiko terlupakannya daftar pustaka salah satu sumber artikel atau jurnal dapat diminimalisir. Mendeley juga dapat ditambahkan sebagai plug-in ke web browser yang digunakan, sehingga artikel bisa diakses dan disimpan kapan saja, tanpa harus mengunduhnya langsung. Plug-in Mendeley tersebut akan terhubung ke program yang terinstall di PC maupun laptop mahasiswa. Mahasiswa pun tidak perlu kesulitan jika kehilangan alamat web sumber yang pernah mereka akses, karena dapat tersimpan hingga ke program Mendeley.

fig. 2

Usai dari Mendeley, mahasiswa dilatih untuk menggunakan program Turnitin. Penggunaan Turnitin sangat mudah, karena tidak membutuhkan instalasi sama sekali. Turnitin dapat diakses melalui web browser masing-masing, di mana mahasiswa harus mendaftarkan alamat email mereka untuk mendapatkan akun. Selain itu, dibutuhkan kode akses kelas yang didaftarkan universitas atau dosen agar dapat submit tugas sesuai dengan kelas. Pelatihan ini telah menyediakan kode akses kelas di Turnitin sebagai percobaan. Mahasiswa pun mencoba mendaftarkan tugas-tugas mereka untuk melihat berapa persen tingkat similaritynya. Pak Eko dan Pak Lasi menyebutkan, tingkat toleransi similarity pada perguruan tinggi amat bervariasi, namun berkisar di angka 30%. Untuk fakultas tertentu seperti fakultas hukum, toleransinya lebih besar karena berkaitan dengan keharusan untuk menyantumkan pasal-pasal maupun aturan lainnya. Namun tingkat toleransi untuk pascasarjana memiliki angka lebih kecil, dikatakan sekitar 20%. Maka mahasiswa Ubaya diwajibkan dapat melakukan pengutipan dan sitasi yang benar.

Pak Eko dan Pak Lasi dari Perpustakaan Ubaya berharap, dengan pelatihan Turnitin dan Mendeley, mahasiswa Ubaya dapat menyelesaikan tugas akhir mereka dengan mudah. Ubaya juga berharap tidak ada satupun mahasiswanya yang terkena kasus plagiarisme. Karena plagiarism adalah tindak pencurian yang berat baik di dunia pendidikan maupun dalam hal hak cipta.

More Articles

“Triumph the New Normal” Webinar

Since the end of 2019, the Coronavirus pandemic outbreak, known as Corona Virus Disease (COVID-19), has attacked the world and affected many

Webinar Triumph the New Normal

Sejak akhir tahun 2019, wabah pandemik virus Corona atau dikenal dengan Corona Virus Disease (COVID-19), telah melanda ke seluruh dunia dan berdampak

1st Batch Registration Schedule

Registration close: October 22, 2020TPA: October 24, 2020TSA: October 26, 2020Announcement of acceptance: October 28, 2020Re-register: 3-4 November, 2020Matriculation: November 16, 2020

Close Menu