SEMINAR “Enriching Elderly Life Environment and Empowering Active Ageing Labor Force in Taiwan: The Elderly as An Alternative Important Human Resource”

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email

Seiring berjalannya waktu setiap manusia akan melewati siklus usia, mulai dari balita hingga memasuki kelompok usia lansia. Pada jenjang inilah kebanyakan masyarakat senior mulai pensiun dan mengurangi banyak aktivitas. Di Indonesia, banyak perusahaan yang memberlakukan pensiun bagi karyawan mereka mulai usia 55 tahun. Hal ini cukup membahayakan bagi para pensiunan apabila setelah pensiun mereka tidak bekerja lagi atau tidak beraktivitas di luar pekerjaan. Dampak dari tiadanya aktivitas, cenderung akan membuat para pensiunan mengalami depresi dan merasa kesepian. Keadaan seperti inilah yang akhirnya mengakibatkan kondisi fisik maupun mental mereka akan menurun.

Semakin banyak kelompok lanjut usia yang mengalami hal tersebut, maka kebutuhan biaya kesehatan juga akan meningkat. Dilain sisi, hal ini berdampak pada tanggungan ekonomi usia produktif akan menjadi lebih berat. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan program yang mampu memberdayakan masyarakat lanjut usia agar dapat terus beraktivitas dan bersosialisasi dengan baik. Masyarakat lanjut usia yang bahagia dan memiliki kehidupan sosial yang baik dapat membantu pertumbuhan sebuah negara. Keadaan tersebut dapat tercapai dengan adanya edukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memperkaya generasi lanjut usia atau usia pensiun. Leadership Club Pascasarjana Universitas Surabaya mengadakan seminar untuk menjawab permasalah tersebut pada hari jumat 8 maret 2019 pada pukul 18.30 di auditorium pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya.

Pembicara seminar ini adalah Prof. Jenn-Jaw-Soong dari National Cheng Kung University, Taiwan. Prof. Soong menunjukkan bahwa demografi di negara-negara di ASEAN sekarang ini sedang dalam kondisi yang bagus dimana sekitar 60% masyarakat di Indonesia berada pada usia produktif. Namun dalam 20 tahun ke depan posisi keuntungan demografis di Indonesia ini jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi masalah yang cukup signifikan pengaruhnya terhadap stabilitas ekonomi di Indonesia.

Dokumentasi Prof Soong sedang membawakan sesi

 

Prof. Soong menyatakan paling tidak terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dan dapat dilakukan untuk dapat memberdayakan masyarakat lansia. Yang pertama sediakan lapangan pekerjaan yang tidak begitu dipengaruhi oleh usia. Kedua, pendidikan kepada anak-anak agar dapat memberikan edukasi kepada lansia dalam hal teknologi yang terus berkembang. Ketiga, bagaimana pemerintah harus dapat memotivasi masyarakat lansia untuk mau terlibat dan tetap aktif dalam kesehariannya dalam pekerjaan maupun sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.

Dokumentasi Foto Bersama

More Articles

KOLABORASI MM UBAYA – APMMI

Aliansi Program studi Magister Manajemen Indonesia (APMMI) kembali melakukan kolaborasi dalam bentuk International seminar of contemporary research on business and management (ISCRBM)

Close Menu