SEMINAR “RAHASIA MENJADI BEST EMPLOYER COMPANY KELAS DUNIA”

seminar-telkom-1

Suasana Ice Breaking dalam Seminar

Selasa, 28 November 2017, Pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya kedatangan empat tamu spesial. Tamu tersebut berasal dari PT. Telkom Indonesia, Tbk, salah satu perusahaan BUMN yang bergerak pada industri digital. Keempat tamu tersebut adalah Ibu Sriyati (Group of Competency Center TELKOM CORPU), Bapak Dudung Dwi Rantono (Widyaiswara-3, Divisi Corporate University Bandung), Bapak Solihin (Tim Learning Impact Measurement), dan Bapak Lido Hermawanto (Widyaiswara). Lebih spesial lagi, kedatangan tamu dari Telkom ini adalah untuk membagikan rahasia bagaimana menjadi best employer company kelas dunia setelah PT. Telkom masuk daftar Top 50 World’s Best Employers 2017 Versi Forbes Global 2000. PT. Telkom menempati peringkat ke-44 di antara perusahaan-perusahaan terkemuka dunia dan menempati urutan ke-9 untuk wilayah Asia. Seminar kali ini dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Magister Akuntansi Dr. Bonnie Soeherman, SE., M.Ak.

Materi pertama dibawakan oleh Ibu Sriyati dengan membahas budaya organisasi yang diciptakan oleh Telkom. Ibu Sriyati menjelaskan pentingnya budaya organisasi bagi keberlangsungan sebuah perusahaan. Di Telkom sendiri, budaya organisasi perusahaan dinamakan “The Telkom Way” dimana memiliki 3 unsur penting yaitu Basic Belief: Always The Best (Integrity, Enthusiasm, & Totality), Core Values (Solid, Speed, & Smart), dan Key Behavior (Imagine, Focus, & Action). The Telkom Way disosialisasikan sampai pada seluruh bagian organisasi PT. Telkom dan ditancapkan pada benak seluruh karyawan. Salah satu cara internalisasinya adalah dengan menggunakan jingle yang diberjudul Always The Best, dengan lirik terakhirnya “to be the best, to be the star, to be the winner”.

Materi kedua dibawakan oleh Bapak Dudung Dwi Rantono yang membahas bagaimana Telkom mendidik seluruh karyawannya menjadi Great People. Sebesar apa pun modal yang dimiliki, secanggih apa pun teknologinya, semuanya tak akan berguna jika sebuah perusahaan tidak memiliki Great People. Pada Telkom sendiri, proses seleksi dilakukan secara ketat dan  seorang pelamar harus menjalani program pelatihan GPTP (Great People Trainee Program) selama 9 bulan untuk mengetahui di bagian mana pelamar tersebut cocok bekerja sebelum diterima menjadi karyawan Telkom. Tujuan diadakannya program-program pelatihan adalah agar kinerja karyawan mengalami peningkatan sehingga kinerja perusahaan juga meningkat. Telkom juga memiliki program-program pengembangan karyawan baik skala nasional seperti GPDP (Great People Development Program) dan GPMP (Great People Management Program) maupun internasional dengan GTP (Global Talent Program) dan TICC (Telkom International Capability Center).

Materi ketiga dibawakan oleh Bapak Solihin yang menjelaskan tentang pengukuran efektivitas dari training yang telah diberikan. Beliau menguraikan bahwa ada 4 tahapan dalam learning value chain, yaitu learning needs diagnosis, learning design & development, learning delivery & deployment, dan learning impact measurement. Selanjutnya ada 5 level dalam learning impact measurement, yakni level satisfaction, learning, behavior, performance, dan finansial (RoLI/RoTI). Pesan yang disampaikan oleh Bapak Sholihin adalah “if you can’t measure it, you can’t manage it.” Semua program learning dan training yang diberikan oleh Telkom kepada karyawannya dievaluasi seberapa efektif dampaknya terhadap kinerja karyawan.

Pembicara terakhir, Bpk Lido, menerangkan tentang pentingnya performance management untuk mencapai visi-misi dan tujuan perusahaan. Dengan performance management, pegawai Telkom selalu termotivasi untuk bekerja sebaik-baiknya mencapai sasaran kinerja individu dan unit, yang pada akhirnya juga akan meningkatkan kinerja Telkom secara korporat. Telkom memberikan reward kepada karyawannya yang berprestasi dalam event Telkom Group Award yang rutin dilakukan tiap tahun. Beliau juga menjelaskan tentang penilaian kompetensi secara multirater (360°) yang diterapkan Telkom, dengan penilaian akan skill & knowledge, personal quality, dan budaya.

seminar-telkom-2

Foto Bpk. Dudung, Ibu Sriyati, Bpk. Lido, dan Bpk Solihin Bersama KPS Maksi Ubaya

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan souvenir oleh Ketua Program Studi Magister Akuntansi Dr. Bonnie Soeherman, SE., M.Ak. dan foto bersama. Seminar ini telah menciptakan kesadaran bahwa bagaimanapun peranan sumber daya manusia sangat vital dan tidak bisa tergantikan. “The main engine is not technology anymore, but great people”.

seminar-telkom-3

Foto Bersama Panitia