Workshop SPSS “Taklukkan Statistik dalam Sehari”

Pada tanggal 8 Desember 2018, Leadership Club kembali mengadakan workshop statistik dengan menggunakan software SPSS sebagai alat bantu pengujian statistik. Acara ini diadakan rutin tiap semester dan merupakan rangkaian silabus dari mata kuliah Metode Riset, sehingga acara ini wajib diikuti semua peserta mata kuliah tersebut. Bertempat di laboratorium komputer EC 2.3, acara dimulai dengan doa pembuka dan sambutan oleh Presiden LC 11, dan pengenalan trainer. Trainer yang didatangkan kali ini adalah Bapak Andhy Setyawan S.Si., M.Sc., Ph.D. (Cand.), seorang dosen Jurusan Manajemen yang juga ahli statistik.

Sebelum masuk pada pokok materi, beliau menjelaskan terlebih dahulu perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan pemahaman yang benar bagaimana cara kerja kedua penelitian tersebut. Banyak mahasiswa yang takut mengambil penelitian kuantitatif karena takut menghadapi statistik, sehingga Bapak Andhy memberikan motivasi dan pencerahan bahwa statistik saat ini sangat mudah dilakukan karena sudah ada software yang dengan mudah dioperasikan. “Pengujian statistik itu tinggal klak klik aja di SPSS”, begitu kata beliau. Pada workshop kali ini, Bapak Andhy menyiapkan 7 studi kasus yang mencakup berbagai pengujian statistik yang umum digunakan dalam berbagai penelitian bisnis. Mengingat banyak mahasiswa yang masih belum familiar dengan SPSS, Bapak Andhy dengan sabar menuntun setiap langkah dalam pengujian statistik menggunakan software tersebut dibantu dengan modul pelatihan yang telah beliau sediakan.

Studi kasus pertama adalah kasus UHT Milky yang membahas tentang evaluasi varian rasa dan perbandingan penjualan antar wilayah, hubungan antar wilayah dan varian rasa dengan menggunakan ANNOVA. Kasus kedua hingga kelima adalah Smiling Face, YLKI, Pithik Echo, dan ETT yang membahas pengaruh sebab akibat menggunakan t-test dan regresi linier dengan berbagai skenario. Kasus keenam adalah HCS yang membahas bagaimana HCS berpengaruh kepada penerimaan konsumen menggunakan regresi logistik. Kasus ketujuh adalah vivanews.com yang membahas positioning portal berita tersebut di antara para pesaingnya dengan menggunakan variabel atribut berdasarkan persepsi konsumen. Pada akhir sesi tak lupa Bapak Andi memberikan motivasi kembali untuk para peserta agar mencoba kembali apa yang telah dipelajari di acara ini. Sesi ditutup dengan foto bersama.