BLOG and News

Webinar Triumph the New Normal

Webinar Triumph the New Normal

Facebook
Twitter
LinkedIn

Sejak akhir tahun 2019, wabah pandemik virus Corona atau dikenal dengan Corona Virus Disease (COVID-19), telah melanda ke seluruh dunia dan berdampak ke banyak sektor dalam kehidupan manusia. termasuk sektor ekonomi. Dunia pun mengambil keputusan untuk beradaptasi dengan kondisi pandemik ini dan mulai menerapkan konsep kehidupan yang dikenal dengan konsep “New Normal”, yakni menjalankan proses kehidupan sebagaimana sebelum pandemik terjadi namun dengan penyesuaian terhadap protokol kesehatan. Konsep new normal yang menimbulkan pola kebiasaan baru di tengah masyarakat yang mengharuskan para pelaku bisnis menyusun strategi agar dapat bangkit dari keterpurukan dan menghadapi masa new normal.

Menanggapi proses adaptasi tersebut, Leadership Club (LC) Pascasarjana Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Surabaya terinspirasi untuk menyelenggarakan kegiatan webinar “Triumph The New Normal – strategy for survive & revive in new normal age” sebagai wadah bagi masyarakat atau para pelaku bisnis yang berminat untuk memperdalam pengetahuan mengenai strategi dalam menghadapi segala ketidakpastian di masa new normal.

Gambar 1. Bapak Benny Muliawan

Kegiatan webinar ini dilaksanakan pada tanggal 03 Oktober 2020 pada pukul 15.00 – 16.45 WIB ini dibuka oleh Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya, Bapak Dr. Putu Anom Mahadwartha, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan profil pembicara yaituBapak Benny Muliawan selaku Director of PT. Indah Golden Signature dan PT. BNL Patent, serta moderator yaitu Bapak Dr. Werner Ria Murhadi, S. E., M. M., CSA selaku dosen FBE dan Ketua Program Studi Magister Manajemen FBE UBAYA. Acara dimulai dengan pembawaan materi oleh Bapak Benny yang berisi poin-poin penting agar dapat survive and revive di masa new normal ini yaitu jangan pernah merasa minder atas usaha yang sedang kita jalani, bekerja dengan fokus, mendapatkan kepercayaan dari publik, dan membangun brand diri (bahkan dengan nama pribadi), serta inovatif dan siap mengahapi tantangan.

Selanjutnya Bapak Benny juga memberikan beberapa tips seperti:

  • Business anticipated – mencari tahu apakah masalah yang sedang dihadapi ini dapat diubah menjadi peluang bisnis yang patut dicoba
  • Compliance – mematuhi segara aturan hukum yang berlaku
  • Sumber Daya Manusia (SDM) yang ramping, lebih banyak menggunakan teknologi
  • Melakukan tendangan bayangan yaitu kejelian perusahaan dalam melihat suatu peluang menggandeng pihak lain yang mempunyai kepentingan serupa.

Pada sesi tanya-jawab di webinar terdapat pertanyaan tentang kebangkitan pasar yang kemudian dijawab oleh Bapak Benny, bahwa jika kita mampu bertahan di tahun 2020, maka berdasarkan prediksi International Monetary Fund (IMF) pada tahun 2021 akan terjadi lonjakkan ekonomi. Selanjutnya Pak Benny menekankan pentingnya bisnis melakukan inovasi agar dapat mengubah permasalahan yang ada menjadi peluang yang menguntungkan bagi bisnis. Sebagai contoh perusahaan manufaktur pakaian, pada saat masa new normal ini bisa berganti haluan yang mana biasanya memproduksi pakaian seperti baju dan celana, sekarang dapat memproduksi masker kain yang mana sangat dibutuhkan untuk beraktivitas pada masa new normal. Bapak Benny juga menambahkan bahwa peluang itu selalu ada, tergantung dari bisnis apakah dapat memanfaatkan peluang tersebut atau tidak.

Gambar 2. Foto Pelaksanaan Webinar

More Articles
Kampus Berdampak dari MAKSI Ubaya

Kembali Dosen FBE UBAYA memberikan pelatihan kepada masyarakat bisnis dan industri. Kali ini Dr. Yie Ke Feliana, S.E., M. Com., Ak., CPA, CFP, CA (Ketua

CHARITY LEADERSHIP CLUB 2025

Pendidikan tidak hanya membekali mahasiswa dalam aspek kognisi, namun juga afeksi. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan Leadrship Club adalah kegiatan charity, yang kali ini

Kampus Berdampak ke Masyarakat

Hari Rabu, 20 Desember 2026 Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) melaksanakan Seminar Nasional Outlook Bisnis Perunggasan tahun 2006. Acara dibuka oleh Ketua Uumum Asohi drh.